Bolu Kukus Abiyasa

Terbuat dari bahan-bahan hasil pemikiran dan keisengan Abiyasa

Bolu Kukus

[kata benda]
1. Panganan kecil, dimakan di saat santai sambil minum teh atau kopi
2. Manis, ringan, dan mudah dicerna

Bukan sidang gw :( Belum ;)

Minggu lalu, gw datang ke sidang Thesis teman Jerman gw. Ga kayak di ITB,sidang thesis sifatnya terbuka, jadi bisa dihadiri sama teman-teman. Presentasinya dalam bahasa Jerman jadi kami bakal melongo selama sidang, tapi karena si Chris ini teman akrab kami dan dia ngundang lewat e-mail, maka datanglah kami. Buat support teman lah :)

Presentasinya mulai jam 3 sore, tapi kami sampe sana 10 menit telat (duh, maluuu, tapi yang telat bukan kami sendiri lho ). Untung sidangnya juga baru mulai.

Presentasinya pake slide powerpoint dan pakaian Chris cukup santai untuk sidang. Kemeja casual warna hitam (si Chris memang hobi pake baju warna hitam) dan dimasukin ke celana jeans. Yang datang lumayan banyak juga, sekitar 8 orang dan kami kenal semuanya. Dosen pengujinya ada 3 orang. Ga kayak di Indo, ga ada minuman ato makanan untuk para dosen. Yang ada cuman segelas air putih buat si Chris yang presentasi.

Presentasinya selesai dalam waktu 30 menit. Meskipun topiknya tentang bikin software untuk speech recognition, tapi ternyata pas sidang Thesis tidak perlu di demo kan. Terus yang bertanya hanya dosen saja (dibantai juga sih). Selesai sidang, semua dipersilakan keluar ruangan (termasuk Chris) dan dosen-dosen penguji diskusi tertutup untuk menentukan nilai sidang. Sekitar 7 menit kemudian, Chris dipanggil masuk dan dikasih tahu nilainya dan selembar kertas yang berisi hal-hal yang harus diperbaiki.

Selesai!!! Pop! Satu botol sparkling wine (sekt) pun dibuka. Belum mampu beli champagne sih :roll: Kami semua, termasuk dosen, bersulang buat si Chris. Suasananya benar-benar akrab.

“Jadi kapan dokumen akhirnya diserahkan?”, tanya gw sama Chris.

“Dokumen akhir? Ga ada lagi yang perlu diserahkan.”

“Lho? Terus perbaikan itu apa?”, tanya gw yang bingung.

“Cukup bikin tulisan atau komentar balik ke dosen, selesai sudah”, jawab Chris santai.

:shock: Wow, kalo dipikir-pikir sidang thesis S2 di uni Bremen ga sesulit sidang tugas akhir S1 di ITB. Standar ITB memang gila :evil: Udah presentasi 30 menit, terus wajib demo program, dibantai abis sama dosen-dosen, terus harus menulis ulang dokumen akhir untuk perbaikan, dan terakhir menyerahkan beberapa jilid hardcover dari laporan thesis. Itu baru S1 di ITB. Memang gila :shock:

Pas gw cerita hal ini sama Chris, dia cuman baru kalo sidang S3 yang harus melakukan perbaikan-perbaikan setelah sidang. Weleh-weleh…

One Response to “Sidang Thesis di Universitas Bremen”

  1. sedap pisan euy webstei nah

    sedap pisan

Leave a Reply