Siang tadi, gw makan bagel isi ikan tuna, daun Ricola, tomato, dan black olive. Itulah makanan lebaran gw tahun ini
Enak dan sehat lho
Kami bertiga (sama Astrid dan temen Jerman kami, Julia) makan siang di cafe Coffee Corner, tempat langganan kami di kota. Habis itu, kami jalan-jalan window shopping di Viertel, shopping street-nya Bremen.
Tak terasa, hari ini adalah lebaran ke-4 kami di Bremen. Sejak tinggal di sini, belum pernah sekalipun mudik ataupun benar-benar merayakan lebaran.
Lebaran pertama, tahun 2004, kami lagi ikut weekend workshop di University of Arts Bremen. Yang ngajarnya TIm Edler, desainer dan arsitek yang lumayan terkenal, sayang banget kalo dilewatkan. Lebaran kedua, lagi sibuk project. Agak-agak lupa kenapa tapi rasanya ada master project di hari itu. Terus lebaran ke-3, rencananya mo ke Konjen Indonesia di Hamburg tapi telat banget pas nyampe di Hamburg dan malah ‘nyasar’ window shopping di pusat kota (niat ga sih
).
Rencananya sih, tahun ini maunya sholat Idulfitri di kantor PT Perantara Indonesia, perusahaan Indonesia yang menjual dan melelang tembakau Indonesia di Bremen. Kami sangka orang Indonesia di sini bakal lebaran tanggal 13, tapi ternyata mereka lebaran tanggal 12. Dan kami baru tahu itu tanggal 12 jam 10 siang (telat banget ga sih).
Tanpa maksud mengabaikan orangtua dan saudara di Indonesia, gw nggak begitu merasa kehilangan dan sudah terbiasa dengan suasana di sini. Mungkin karena kami berdua di sini, kali ya? Toh, maaf-maafan dengan orangtua biasa kami lakukan lewat telefon di hari pertama. Dua tahun terakhir, kamu juga sudah sangat jarang masak dan makan makanan Indonesia jadi ga kehilangan sama opor, rendang, atau lontong kari (kan juga sangat tidak sehat).
Moga-moga tahun depan kami masih lebaran di Eropa, sudah berpenghasilan, dan bukan student lagi
Amiiiin.